Unix dan Linux, Apa Bedanya?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Apa sih perbedaan antara Unix dan Linux? Terus kenapa ada sebuah pernyataan bahwasannya "Linux tercipta berkat Unix", tetapi kita sering kali memuji Linus Torvalds dikarenakan sudah menciptakan Linux tanpa kita menyebutkan Unix?

Mungkin saja Anda semua juga kerap kebingungan seperti yang kami rasakan dulu. Maka dari itu kami akan mencoba menjelaskan secara umum dan mudah dimengerti mengenai Unix dan apa sih perbedaannya dengan sistem operasi yang sangat terkenal yaitu Linux.

Apa itu Unix?

Unik merupakan sebuah sistem operasi proprietary atau disebut dengan sebuah perangkat lunak yang dimiliki secara "Ekslusif" oleh pihak tertentu, yang sedang dikembangkan oleh pusat penelitian Bell Labs di tahun 1970, oleh Dennis Ritchie, Ken Thompson, dan beberapa pengembang lainnya.

Pertama kali diciptakan dan saat ingin berkomunikasi di dalam sistem operasi ini masih menggunakan metode Command Lince Interface atau (CLI) dan meski baru-baru ini sudah ada metode Graphical User Interface atau (GUI). Namun masih sebagian besar pengguna masih memilih menggunakan metode CLI.

Dikarenakan Unix merupakan software proprietary, maka Unix tidak tersedia gratis dan juga tidak Open Source. Oleh karena itu, jika ada pengembang yang ingin mengembanganya Unix harus mempunyai lisensi perijinan terlebih dahulu yang diterbitkan oleh Bell Labs.

Meskipun begitu, dikarenakan kepopuleran Unix dan performa yang dapat diandalkan, beberapa perusahaan yang bergerak dibidang IT mulai gencar mengembangkan Unix sehingga menciptakan beberapa versi.

Kompatibilitas dan Distro Unix

Unix merupakan perangkat lunak yang banyak digunakan oleh lembaga dan perusahaan yang sedang menggunakan mainframe, hi-end computer system, dan mega server untuk menjalankan proses perhitungan yang sangat kompleks dan dikarenakan memerlukan sebuah spesifikasi arsitekter khusus.

Unix kompatibel dengan berbagai macam sistem berkas, contohnya: hfs, gps, bfs, js, zfs, dan vets.

Beberapa distro milik Unix:

  • BSD
  • AIX (IBM)
  • Iris
  • HP - UX
  • Solaris

Unix juga memiliki beberapa proyek yang bersifat Open Source:

  • OpenBSD
  • Darwin (Unix dalam versi Apple)
  • Free BSD

Apa itu Linux?

Linux sendiri merupakan kernel yang dikembangkan oleh programer hebat Linux Trovalds di tahun 1991 yang berlandaskan sistem operasi Unix sebagai proyek pribadinya, lalu Linus merasa harus menunjukkan apa yang sudah ia kerjakan kepada programer dan insinyur komputer lainnya.

Linus menciptakan Linux berdasarkan dari kernel MINIX, lalu ia menyematkan driver dan GUI, dan selanjutnya dikembangkanlah menjadi sebuah sistem operasi yang diberi nama Linux yang akan mengubah sebuah tren teknologi komputer di penjuru dunia.

Linux diciptakan bukan hanya untuk dijadikan sistem operasi yang gratis dan Open Source, tetapi merupakan sebuah sistem operasi yang sangat mudah digunakan, ringan, dan kompatibel dengan berbagai macam hardware.

Namun perlu diketahui, dahulu di awal kemunculan Linux hanya digunakan oleh Linus sebagai sistem operasi pribadi miliknya. Dengan seiringnya perkembangan jaman, Linux berkembang pesat menjadikannya sistem operasi yang berkualitas, sehingga mulailah digunakan oleh perusahaan, server, dll.

Perkembangan Linux sangat pesat dikarenakan tidak hanya dikelola oleh Linus sendiri, tetapi juga dikelola oleh komunitas-komunitas pengembang yang ada di dunia. Komunitas ini mengajukan diri sebagai relawan atau kontributor dalam proyek Open Source. Namun perlu diingat, untuk melakukan perubahan kode di dalam sumber kernel hanya Linus Torvalds sajalah yang dapat melakukannya.

Kompatibilitas dan Distro Linux

Sistem operasi Linux kompatibel dengan banyak berbagai macam berkas, contohnya ext1, ext2, ext3, ext4, NTFS, autofs, UFS, devpts, cramfsm, vfat, ramfs, dan xfs.

Linux memiliki berbagai macam versi distro yang lebih banyak jika dibandingkan dengan Unix, misalnya:

  • Ubuntu
  • CentOS
  • Debian
  • Fedora
  • Arch Linux
  • Red Hat
  • Kali Linux

Dari beberapa distro yang disebutkan di atas, memiliki keturunananya sendiri yang mempunyai tampilan dan rasa yang berbeda, contohnya Ubuntu dengan Edubuntu dan Lubuntu.

Mungkin di jaman dulu Unix merupakan pilihan pasti dan dipercaya untuk menjalankan sebuah program milik perusahaan besar yang ada di dunia ini. Namun saat ini Linux adalah pilihan paling rasional, dikarenakan mampu untuk mengerjakan dan menjalankan program sebaik Unix tentunya dengan biaya yang lebih ekonomis dan user friendly.

Dari 400 server teratas yang ada di dunia, memiliki presentase 98% menggunakan sistem operasi Linux. Maka tidak heran apabila banyak yang mengenal Linux ketimbang Unix. Ingat, perlu dicatat yah kawan-kawan sekalian, apabila tidak ada Unix dan para ilmuwan yang ada di pusat laboratorium Bell Labs, kemungkianan besar Anda tidak akan pernah mengenal yang namanya Linux hingga saat ini.

Sekiah penjelasan kami mengenai perbedaan Unix dan Linux. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda di dalam bidang sejarah teknologi.

Diskusi